Antologi Puisi 14 September 2019

Kopi
Oleh Rosalina Firdausi*

Hangatnya malam serasa ingin mengundangmu
Dan kini kau datang membawa filosofi berpuluh ribu
Tentang apa seperti dirimu
Dan bagaimana aroma kebengisanmu
Hitam pekat itulah sosokmu
Pahitmu bisa menjadi candu
Bentukmu begitu sederhana
Tak pernah sombong meski berjuta makna
Untuk pembaca dan penikmat senja,
Jadilah dirimu seperti kopi
Slalu ada tanpa menyembunyikan pahitnya diri

Singosari, 14 September 2019
rosa
@rosalinafirdausy
*Penulis adalah anggota ekstrakurikuler jurnalistik (HSP) atau siswi kelas XI IBB 1

Tentangku
Oleh Laila Fitrotun Nisa’

Lonceng berdentang merdu
Akulah sang baying hitam di belakangmu
Ilalang panjang hanya menyamarkanku
Lihatlah aku dengan warna kelabu
Aku bisa berubah menjadi apapun yang kumau

Fitrahnya memang tetap seperti itu
Inilah aku
Telepati bayangku dengan waktu
Rasa abstrak menghiasiku
Obrolan mereka berdengung di sekitarku
Topiknya tentang dinginnya aku
Untuk itu aku hanya tersenyum palsu
Namun taka da yang tahu

Negeriku adalah baying hitam
Itukah yang mereka sebut seram?
Seberapa seramnya, pun itu bukan kelam
Akan tetapi, keberanian yang terkubur dalam

Singosari, 14 September 2019
lala
@lalalaila_8520
*Penulis adalah anggota ekstrakurikuler jurnalistik (HSP) atau siswi kelas XI IBB 1

Manusia Hebat Setiap Saat
Oleh Nouveilla Faiza A*

Lelaki hebat yang tak pernah membenci,
Menaruh dengki, apalagi menyakiti
Orang yang akan sangat marah jika kamu tersakiti
Orang yang akan berdiri pertama kali saat kamu disakiti
Aku memanggilnya ‘ayah’
Pemilik kasih saying tiada ujung
Walau kelak waktu berujung
Pemilik hati lapang
Tempatmu berpulang
Pemilik samudera cinta
Tanpa ada muara
Namanya ‘ayah’, aku memanggilnya ‘ayah’
Manusia hebat yang selalu memberi,
Mengajari, dan tak pernah berhenti
Untuk melindungi

Singosari, 14 September 2019
nouv
@nouveillarve
*Penulis adalah anggota ekstrakurikuler jurnalistik (HSP) atau siswi kelas XI IBB 1

Usai
Oleh Jundah Ainun N*

Semesta tengah berkabung
Hujan turun dengan bersenandung
Melihat raga terbujur berselimut tudung
Yang nafasnya tidak lagi dihela hidung
Para pendoa membersamai langkah kaki
Diucapnya dengan rasa ikhlas dalam hati
Untuknya,
Jiwa yang kehadirannya tak akan mati
Dalam keadaanmu hari ini
Bahkan hingga hari nanti
Semoga doa para raga yang suci
Dapat temani tidur panjangmu kali ini

Singosari, 14 September 2019
@jndaah.nna
*Penulis adalah anggota ekstrakurikuler jurnalistik (HSP) atau siswi kelas XI IBB 1

Bunda
Oleh Aliyyah Fikrotun Nisa*

Lara tiada dalam peluknya
Duka memudar dalam pangkunya
Seluruh peluh rontok dengan sendirinya
Kala diri merasakan samudera kasih sayangnya
Tulus selalu pengorbanannya
Hingga tiada mampu kumendata
Teruntuk bunda, inginku berkata
Terima kasih, telah hadir untuk ananda
Ridha-lah atas apa yang kudamba

Hub Ad-Dunya
Oleh Aliyyah Fikrotun Nisa*

Berawal dari fajar
Hingga fenomena elok bersinar
Burung-burung mungil bersiul dan berjajar
Menyambut kesibukan para pakar
Analisis bergumam
Melontarkan berjuta hipotesa
Tentang kesibukan para insan
Demi sehelai benang berpintal
Laksana permata penuh karat
Berakhir “zonk” bagi penggemarnya
Entah lupa atau pura-pura lupa
Terhadap Dzat Pemilik Alam Semesta

Singosari, 14 September 2019
@aliyyahnisa
*Penulis adalah anggota ekstrakurikuler jurnalistik (HSP) atau siswi kelas XI MIA 2

Rindu Hati
Oleh Bunga Cantika Candra*

Ibu,
Rinduku menjelma sepi
Di ruang rindu paling pribadi
Akankah diriku akan tetap seperti ini
Mendekam di sudut penjara suci
Dengan rasa tak karuan menyelimuti hati
Karna rasa rindu yang ingin menyendiri
Ibu,
Akankah rinduku tetap begini?
Tak adakah keinginanmu untuk di sini
Menghampiriku yang rindu setengah mati
Yang ingin bertemu denganmu walaupun dalam mimpi

Singosari, 14 September 2019
Screenshot_1
@Icacndr.5
*Penulis adalah anggota ekstrakurikuler jurnalistik (HSP) atau siswi kelas X IBB 1

Mesin Kenangan
Oleh Aisyah Firyal Maulidya*

Berpuluh-puluh kayuhan pedal mesin kau kayuh
Bercucuran keringat, membasahi pakaianmu
Banyak waktu kau berikan
Banyak usaha kau curahkan
Berjuta pengorbanan kau abdikan
Hanya demi satu keinginan
Juga indah harapan
Buah hatimu, kasih sayangmu
Yang kau damba-dambakan
Di hari senjamu yang akan datang
Perjuanganmu terpajang di deret terdepan kenanganku
Bergambar dirimu dan mesin itu
Mesin yang penuh kenangan
Dan tak pernah bisa kulupakan,
Tentangmu ibu, mentari di setiap gelapku

Singosari, 14 September 2019
@aisy_258
*Penulis adalah anggota ekstrakurikuler jurnalistik (HSP) atau siswi kelas X MIA 1
Salam Rindu untuk Mbah Kung
Oleh Keysha Alea*

Mbah Kung…
Tiga purnama sudah aku di kota
Taka da aroma ketela
Pun hijaunya sawah

Kuingat slalu gelak tawamu
Aku rindu cerita mudamu
Kurindukan pula singkong rebusmu

Mbah Kung…
Harapku kau sehat selalu
Salam rindu
Cucumu

Singosari, 14 September 2019
@keyshaaal_
*Penulis adalah anggota ekstrakurikuler jurnalistik (HSP) atau siswi kelas X IBB 1
Lenyap
Oleh Ahmad Dawlillah*

Senja telah hilang,
Burung-burung pulang ke sarang
Orang-orang mengadu pada malam
Kata orang malam tempat paling nyaman
Malanglah mereka yang sendiri
Masih sibuk mencari-cari
Mereka di perpustakaan yang sunyi
Kepala mereka riuh…
Namun, hati adalah ruang paling sunyi lagi sepi
Tak ada yang bisa disekap
Taka da yang bisa diobat
Di penghujung halaman.. Sungguh
Semua lenyap
Taka da yang selamat

Singosari, 14 September 2019
@manusia1.bait
*Penulis adalah anggota ekstrakurikuler jurnalistik (HSP) atau siswa kelas X MIA 2
Suasana Hutan Hujan
Oleh Ahmad Syaifurrijal*

Hempasan angina sepoi tanpa henti berlalu lalang
Melewati jutaan jenis flora dengan seenaknya
Beragam aktivitas fauna di seluruh daerah hutan
Terdengar ricikan sumber mata air dan irama alam

Membentang luas di seluruh permukaan bumi
Mengandung keindahan dan kenyamanan di dalamnya
Meskipun sering terlanda si jago merah
Melalui raja siang maupun makhluk termulia di dunia

Wahai hutan hujan
Kau akan selalu menjadi kenampakan alam terindah di alam semesta

Singosari, 14 September 2019
*Penulis adalah anggota ekstrakurikuler jurnalistik (HSP) atau siswa kelas X ISS 1
Madrasahku, Kukaji Ilmumu
Oleh Adinda Ayu*

Di sini ilmu dikaji
Di sini keramahan menghiasi
Di sini moralku teruji
Di sini teladanku terabdi

Dengan bekal ridho ibuku
Yang dicampur sedikit rindu
Kan ku kaji betul segala ilmu
Tanpa lelah, tanpa luruh
Kan kubagikan sedikit pemahamanku
Di suatu hari nanti yang menunggu

Singosari, 14 September 2019
*Penulis adalah anggota ekstrakurikuler jurnalistik (HSP) atau siswi kelas X IIS 2


Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *