Bersama Zetizen, HSP Diajak Diskusi Seputar Kepenulisan dan Remaja

WhatsApp Image 2020-01-29 at 21.52.04 WhatsApp Image 2020-01-29 at 21.52.05
Selasa, (28/1/20) segenap anggota jurnalistik MA Almaarif Singosari atau yang tergabung dalam Himpunan Siswa Penulis (HSP) melaksanakan studi literasi ke kantor redaksi Jawa Pos, Surabaya. Tim HSP yang berjumlah 31 anggota bersama pembina HSP – Bapak Indra Nurdianto, S.Pd. –  dan beberapa bapak/ibu guru pendamping disambut baik oleh para pegawai serta redaktur Jawa Pos di gedung Graha Pena lantai 4. Tepat pukul 13.00 wib para peserta studi literasi memasuki ruangan kunjungan dan mendapatkan sebuah koran Jawa Pos serta pin kunjungan redaksi. Para peserta studi literasi pun sangat antusias saat diajak Kak Abi dan Kak Satrio yang merupakan perwakilan dari Zetizen Jawa Pos untuk memulai berdiskusi seputar kepenulisan dan remaja.

Kak Abi dan Kak Satrio berbagi tugas dalam memaparkan konten kolom Zetizen pada para anggota HSP. “Siapa yang tahu tentang Zetizen?,” Tanya Kak Satrio pada tim HSP seusai menayangkan sebuah video perjalanan perkembangan Koran Jawa Pos. Zetizen merupakan kreativitas para anak muda (generasi Z) yang diposting dalam kolom khuisus pada koran Jawa Pos yang bernama Zetizen. Anggota redaksi pada kolom Zetizen bisa dibilang khsusus dalam hal pembagian tugasnya. Ada di bagian editor konten yang bertugas menyunting kalimat atau bahasa sebelum cetak dan ada juga editor copy yang bertugas merapikan setiap kata agar lebih spesifik. Selain itu, ada juga editor grafis yang bertugas menata halaman agar lebih menarik pembaca yang bekerja sama dengan layouter dan illustrator.

Kak Abi juga menambahkan penjelasan tentang Zetizen pada tim HSP bahwa hal-hal yang harus diperhatikan dalam kolom Zetizen, yaitu gambar, warna, dan font yang berbeda juga bahasa yang lebih bersahabat untuk menarik minat pembaca. Tulisan dalam kolom Zetizen sendiri menggunakan font yang berbeda dengan kolom-kolom yang lain, yang mana dalam tulisan Zetizen pada huruf Z yang kedua menggunakan font san sarif. Selain itu, dalam setiap gambar penulisan caption menggunakan huruf tebal. Zetizen sendiri ternyata terinspirasi dari sebuah film.

Seusai pemaparan dari Kak Abi dan Kak Satrio tentang Zetizen dan berbagai kolom tulisan dalam Jawa Pos, ternyata ada syarat khusus untuk bisa bergabung menjadi anggota Zetizen, yaitu setiap remaja yang kuliah sambil bekerja. Semoga bermanfaat dan menginspirasi. Salam Literasi. (NHA). Jangan lupa follow akun instagram @hspaliyahalmaarif.

Report by: Nur Hayati Amalia
Penulis adalah anggota ekstrakurikuler jurnalistik (HSP) atau siswi kelas XII IIS 1MA Almaarif Singosari

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *