Jurnalistik MA Almaarif Singosari Adakan Kunjungan ke Kantor Majalah AULA

WhatsApp Image 2020-01-29 at 21.53.30 WhatsApp Image 2020-01-29 at 21.53.31 (1) WhatsApp Image 2020-01-29 at 21.53.31
Selasa, (28/1/20) berjumlah 31 anggota jurnalistik MA Almaarif Singosari atau yang tergabung dalam Himpunan Siswa Penulis (HSP) mengadakan studi literasi ke kantor redaksi Majalah AULA-AULEA PWNU Jatim. Tim HSP yang didampingi langsung oleh pembina jurnalistik MA Almaarif Singosari – Bapak Indra Nurdianto, S.Pd. – dan beberapa Bapak/Ibu guru pendamping tiba di kantor redaksi Majalah AULA sekitar pukul 09.15 wib. Setibanya di sana, para peserta studi literasi disambut baik oleh Ibu Rini selaku sekretaris perusahaan majalah AULA. Ibu Rini mempersilakan rombongan untuk memasuki musala tempat KH. Marzuki Mustamar (Ketua PWNU Jatim) dalam mengisi Kiswah Kajian Islam Aswaja PWNU Jatim setiap Sabtu sore karena bertepatan ada renovasi ruangan kantor redaksi majalah AULA.

Acara studi literasi diawali dengan pembukaan oleh Bapak Indra Nurdianto, S.Pd. dilanjutkan sambutan atas nama pimpinan MA Almaarif Singosari yang diwakili oleh Bapak Musthofa Al Makki, S.S., M.Pd selaku Waka Kesiswaan yang berkesempatan menyampaikan niat dan tujuan silaturahim para peserta studi literasi ke kantor redaksi majalah AULA. Sambutan dilanjutkan oleh Bapak Ustaz M. Habib Wijaya selaku pimpinan perusahaan Majalah AULA sekaligus menyampaikan dinamika perjalanan Majalah AULA mulai awal merintis sampai pada masa berkembang sampai sekarang. Antusias para peserta studi literasi menambah suasana silaturahim dan kunjungan literasi menjadi akrab dan hangat.

Bapak Ustaz M. Habib Wijaya menuturkan bahwa Majalah Aula didirikan pada tahun 1978 dan bisa berkembang karena ada keterkaitan antara divisi satu dengan divisi lainnya. Mulai dari bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan lain dalam hal pendanaan pada bidang pemasangan iklan. Berawal dari pemasangan iklan inilah akhirnya majalah AULA memiliki aset tabungan untuk biaya pencetakan dan pergembangan perusahaan hingga bisa tetap eksis di tengah-tengah masyarakat. Lebih jauh lagi, Bapak Habib menyampaikan bahwa sebagai penulis itu mempunyai dua sisi, yakni positif dan negatif. Dikatakan penulis mempuanyai sisi positif ketika tulisannya memberikan manfaat pada orang lain dan akan mempunyai sisi negatif ketika tulisan yang dihasilkan hanya untuk mengumbar aib orang lain.

Bapak Habib berpesan langsung pada seluruh peserta studi literasi, “Jangan takut untuk menulis sebab menulis merupakan suatu perkembangan yang paling berharga dan ingat pula jangan mudah menulis di sosial media sebab orang lain dapat menyalin tulisan kita dengan menambahkan bumbu-bumbu kesalahan. Maka dari itu, kita harus bersikap tabayun atau klarifikasi ketika ada tulisan di sosial media.” Pesan dari Bapak Habib mengakhiri materi pada sesi pertama dalam studi literasi kali ini.

Materi studi literasi kedua disampaikan langsung oleh Bapak Ustaz Muhammad Natsir selaku redaktur pelaksana majalah AULA. Bapak Natsir menyampaikan sekilas perkembangan majalah AULA dan lebih banyak membuka forum diskusi atau sharing literasi  bersama para peserta kunjungan literasi. Bapak Natsir memberitahukan pada para peserta kunjungan literasi bahwa majalah AULA dulu berawal dari buletin berkembang menjadi majalah kecil lalu menjadi majalah besar yang terbit setiap awal bulan. Kini majalah AULA juga terus berinovasi mengikuti perkembangan zaman dengan berdakwah tidak hanya melalui tulisan di media cetak, tetapi juga melalui media sosial berbagai platform (youtube, instagram, facebook, dan website).

 Dalam diskusi literasi bersama para anggota HSP, Bapak Natsir menyampaikan tiga bentuk tulisan dalam dunia kejurnalistikan. Pertama, straight news (piramida terbalik) yang isinya mulai dari bagian yang terpenting hingga bagian yang kurang penting, tulisan tipe seperti ini biasanya berbentuk berita yang diterbitkan harian. Kedua, features (gelombang) dengan ciri-ciri tulisan memiliki nilai-nilai yang terkandung atau ada sisi lain yang terungkap. Ketiga, indeks (tabung) yang khusus untuk majalah karena mulai bagian dari atas tulisan sampai bawah tulisan semua penting dan mempunyai kebiasaan menyerahkan penilaian kepada pembaca.

Pada sesi terakhir, Bapak Natsir juga berpesan khusus pada peserta studi literasi bahwa dalam dunia kejurnalistikan deadline itu merupakan harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar begitu juga menjadi penulis itu harus memiliki ilmu pengetahuan, mental yang baik, dan kesehatan. Ilmu pengetahuan yang baik bisa diasah dari banyak membaca dan mental yang baik dalam menulis bisa diasah dengan setiap hari menulis dan mewancarai semua narasumber dari berbagai macam kalangan. Lambat laun seseorang jurnalis akan terbiasa dalam menulis dan bisa juga menjadi seorang penulis buku yang profesional.

Forum silaturahim dan studi literasi diakhiri dengan doa bersama dipimpin langsung oleh bapak M. Natsir dan penyerahan cidera mata oleh Bapak Indra Nurdianto, S.Pd. serta buku karya Ibu Himmah Mufidah, S.S., M.Pd. yang sekaligus menjadi guru MA Almaarif Singosari. Seusai dalam forum resmi, segenap peserta studi literasi diajak melihat-lihat kantor redaksi majalah AULA dan berfoto bersama di depan kantor redaksi Majalah AULA dan di dalam musala tempat kunjungan dilaksanakan. Semoga bermanfaat dan menginspirasi. Salam Literasi. (NHA). Jangan lupa follow akun instagram @hspaliyahalmaarif.

Report by: Nur Hayati Amalia
Penulis adalah anggota ekstrakurikuler jurnalistik (HSP) atau siswi kelas XII IIS 1MA Almaarif Singosari

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Chat Sekarang
1
Hubungi Kami
MA ALMAARIF SINGOSARI
Assalamu'alaikum
Ada yang bisa kami bantu mengenai informasi PPDB ?