TADABBUR ALAM

وَالْاَرْضَ مَدَدْنٰهَا وَاَلْقَيْنَا فِيْهَا رَوَاسِيَ وَاَنْۢبَتْنَا فِيْهَا مِنْ كُلِّ شَيْءٍ مَّوْزُوْنٍ
“Dan Kami telah menghamparkan bumi dan Kami pancangkan padanya gunung-gunung serta Kami tumbuhkan di sana segala sesuatu menurut ukuran.”
(Q.S. al-Hijr [15]: 19)

Nilai-Nilai Pendidikan:
Pertama, Allah SWT memberi amanah manusia sebagai khalifah yang bertanggung-jawab memelihara dan memakmurkan bumi. Agar sukses mengemban amanat tersebut, manusia dianugerahi fitrah mukhallaqah (intrinsik) berupa panca indra, akal, hati, nafsu, nyawa dan tubuh; serta fitrah munazzalah (ekstrinsik) berupa ajaran agama yang dibawa oleh Nabi dan Rasul.
Kedua, salah satu kemukjizatan al-Qur’an adalah isyarat ilmiah yang dikandungnya. Ayat ini menyebut bumi dengan istilah “memanjang” atau “menghampar”, yang dulu dipahami bahwa bumi itu datar. Akan tetapi, fakta ilmiah yang terpercaya membuktikan bahwa bumi bulat. Fakta ilmiah ini tidak bisa menganulir ayat al-Qur’an, namun dapat menganulir tafsir al-Qur’an. Artinya, teks ayat al-Qur’an tidak pernah menyebut bumi dengan redaksi “datar”, melainkan redaksi “madada”, “basatha” dan sinonimnya; yang dulu ditafsiri sebagai bumi datar, karena keterbatasan ilmu pengetahuan alam saat itu. Jadi, yang direvisi penafsirannya, bukan ayat al-Qur’annya.
Ketiga, mengingat bumi itu sedemikian besar, sedangkan manusia itu sedemikian kecil, maka wajar jika bumi yang bulat, terasa datar saat manusia berjalan di atasnya. Di sisi lain, ayat di atas menggunakan redaksi “kami hamparkan”, yang mengisyaratkan manusia bisa berpartisipasi dalam penghamparan bumi. Hal ini dapat dijumpai pada pembuatan infrastruktur jalan, termasuk jalan tol, yang tercapai melalui upaya meratakan tanah, termasuk melalui pengerukan dan penambalan.
Keempat, mengingat bumi berputar kencang, maka dibutuhkan penstabil gerakan. Itulah peranan pegunungan yang diibaratkan seperti paku, yang membuat bumi tetap stabil, sekalipun harus melakukan dua kali gerakan memutar, yaitu rotasi (memutari porosnya selama kurang lebih 24 jam) dan revolusi (memutari matahari selama 1 tahun). Di samping itu, pegunungan menyimpan cadangan air yang banyak, sehingga tidak jarang, banyak sumber yang berada di bawah gunung. Belum lagi jika gunung tersebut meletus, maka tanah yang terkena abu vulkanik dan laharnya, menjadi subur dan bagus untuk pertanian; tentu di samping dampak negatif letusan gunung yang berpotensi menelan korban manusia.
Kelima, manusia juga diberi peran serta untuk menyemarakkan bumi dengan berbagai kreativitas. Misalnya, banyak jenis tanaman baru yang dikreasi oleh manusia melalui kawin silang tanaman. Catatan pentingnya, manusia perlu menjaga keseimbangan alam yang sudah diciptakan oleh Allah SWT. Tanpa ada keseimbangan, maka alam berpotensi kacau balau. Misalnya, pembukaan lahan baru untuk area usaha yang tidak memedulikan keseimbangan alam, berpotensi mengubah suatu daerah yang semula sejuk, menjadi panas. Demikian sebaliknya, manusia dapat berpartisipasi dalam mengembalikan keseimbangan alam. Misalnya, menanam berbagai pohon, agar daerah yang semula panas, berubah menjadi sejuk.

Ahad, 25 Agustus 2019
ros
Rosidin
www.dialogilmu.com

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Chat Sekarang
1
Hubungi Kami
MA ALMAARIF SINGOSARI
Assalamu'alaikum
Ada yang bisa kami bantu mengenai informasi PPDB ?